Blog Pemuda Peduli Islam

Blog Pemuda Peduli Islam

Lebih Baik Mati Mulia

Sebelum imam ali bersama pasukannya meninggalkan kuffah untuk menggempur Pasukan Muawwiyah, mereka telah lebih dulu menduduki sungai eufrat . Dimasa itu , sungai ini merupakan satu”nya tempat memperoleh air . mu’awiya memerintahkan Abu A’war Aslami bersama empat puluh ribu pasukannya menghalangi pasukan imam ali dari air sungai eufrat.
Amr bin Ash tidak setuju dengan sikap Muawiyah ini , Ia mengatakan , “ali bukan orang yang akan diam terhadap kehausan sementara engkau kenyang air, Ali pasti akan melakukan perlawanan demi memperoleh air”. Akan tetapi, Muawiyah tidak mau mendengarkan saran Amr bin Ash ini, Ia tetap memberi perintah agar pasukannya menghalangi pasukannya imam ali yang hendak mengambil air.
Berita tentang blokade air sungai eufrat itu sampai kepada imam, Beliau mengutus Shasha’ah bin shuhan Al-abdi kepda Muawiyah dengan permintaan agar membuka akses menuju sungai itu. Imam ali juga menitipkan pesan yang berbunyi, “ Kita tidak akan memulai pertempuran sebelum pembicaraan dan menyampaian argumentasi , Namun penutupan akses menuju air bermula dari pihak anda, merupakan tanda pengumuman perang “.
Shasha’an menyampaikan pesan imam ali ini, Muawiyah bermusyawarah dengan para sahabatnya, Walid bin Ukbah bin Abdullah bin Sa’id mengatakan, “ jalan menuju air harus tetap ditutup agar mereka mati kehausan “, Muawiyah menerima pandangan ini , dan ia langsung menyampaikan pesan kepada abu A’war supaya bersiaga penuh dalam menjaga sungai eufrat.
Mengetahui hal ini imam Ali menyampaikan khutbah dihadapan pasukannya, Beliau berkata, “ mereka sedang meminta kepada kalian suapan” pertempuran, maka kalian harus memilih, apakah kalian akan tinggal dalam keadaan kehinaandan paling rendah, atau akan membasahi pedang kalian dengan darah dan memuaskan haus kalian dengan air.
Kematian yang sebenarnya adallah hidup dalam penindasan, sedangkan kehidupan yang sesungguhnya adallah mati sebagai pemenang, Muawiyah sedang memimpin sekelompok kecil pemberontak dan telah membiarkan mereka dalam kegelapan tentang kenyataan sesungguhnya sehingga mereka menjadikan dada mereka sebagai sasaran kematian (khutbah ke-51)
Dengan khutbah yang membangkitkan semangat ini , imam Ali mengumumkan persiapan perang . Imam ali mengutus Empat ribu pasukan di pimpin Asy-Ats, kemudian menysul Empat ribu pasukan lagi dibawah komando Malik Al-Asytar , Imam juga bergabung dalam sisa pasukan dan bergerak menuju sungai eufrat . Terjadilah pertempuran sengit di tepi sungai itu. Akhirnya , pasukan Muawiyah berhasil dikalahkan dengan korban ribuan tewas dipihaknya , pasukan imam Ali langsung menduduki sunga strategis itu.
Sekarang orang” Amirul Mu’minin menginginkan tindakan balasan agar tiada seorangpun dari kalangan pasukan Muawiyah bisa mendapatkan air, Imam Ali berkata “ Kalian tidak boleh melakukan tindakan balas dendam yang sama kejinya dengan tindakan yang mereka lakukan, kalian hanya bertugas membela islam dan Al-Qur’an dari tangan musuh dan mengajak mereka menempuh jalan petunjuk dan kebenaran .
Jika mereka menerima , maka tidak apa” dibagi antara kita dan mereka, Dan bila mereka menolak , mereka harus dihukum dengan pedang”.
Ketika pasukan Muawiyah mendengar bahwa akses menuju air debebaskan bagi siapapun, merekapun berdatangan secara bergerombolan untuk mengambil air, dalam stuasi seperti itu, Imam Ali tetap bersikap ksatria dan bijak sana .

By: Muhammad Bagir Al-Qadrie 
Tholibul Ilim di Hauzah Amirul Mu’minin TI Bogor

Previous
Next Post »