Kairo – Pemerintah Qatar berjanji akan mencairkan bantuan sebesar US$ 1 miliar untuk pembangunan kembali Jalur Gaza setelah hancur dalam 50 hari peperangan antara Israel dan pasukan Hamas sejak awal tahun ini. Selain Qatar, Uni Emirat Arab juga berjanji akan memberi bantuan sebesar US$ 200 juta.
Janji Qatar itu diumumkan Menteri Luar Negeri Khalid bin Mohammed al-Attiyah yang menghadiri konferensi satu hari untuk rekonstruksi Gaza yang dibuka di ibukota Mesir.
Delegasi yang berasal dari sekitar 50 negara dan 20 organisasi regional dan internasional memuji janji yang disampaikan Qatar.
Pada konferensi itu, Selain Qatar dan UEA, Menteri Luar Negeri AS John Kerry juga mengumumkan bahwa Pemerintah AS akan memberi bantuan sebesar US$ 212 juta.
Negara-negara Teluk, seperti Arab Saudi, menuduh Qatar telah menggunakan kekayaannya yang sangat besar untuk merusak stabilitas di kawasan itu. Terutama dengan membantu kelompok militan Islam termasuk kelompok Hamas di Gaza.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, Gaza membutuhkan US$ 4 miliar untuk membangun kembali. Dia mengatakan, perang terbaru di Jalur Gaza menyebabkan "tragedi yang sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. ... Sebab, seluruh lingkungan telah menjadi puing-puing."
"Pemerintah (Palestina) akan melaksanakan rencana rekonstruksi dengan penuh tanggung jawab dan transparansi dalam koordinasi dengan PBB, lembaga donor, lembaga keuangan internasional, masyarakat sipil, dan sektor swasta," katanya.
ConversionConversion EmoticonEmoticon